Minggu, 23 November 2014

Gambar 1.1 Foto bersama pemilik dan pemain sanggar
 lenong jayasari (Foto: Adhitya)
" Di tengah modernisasi, sanggar lenong jayasari yang di pimpin Prihatin (60) masih bertahan melestarikan kebudayaan betawi." 



Kampung Betawi, Jakarta Selatan (21/9). Lenong betawi merukapan kebudayaan yang kini sudah banyak di tinggalkan oleh masyarakat, khususnya remaja. Namun di tengah modernisasi ini masih ada beberapa sanggar yang masih mempertahankan budaya betawi, salah satunya adalah sanggar lenong jayasari pimpinan ibu prihatin.
Sanggar yang di pimpin oleh Prihatin (60) sejak 1971  ini menjadi salah satu tempat untuk belajar kesenian betawi bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya, khususnya lenong betawi. 

“Kalau pemain lenong saat ini semuanya orang betawi, tapi tidak mesti orang betawi si, sebenarnya siapa saja boleh belajar, yang penting dia mau berkecimpung dengan kesenian betawi”, ujar ibu prihatin. Tidak hanya di tempat-tempat pementasan khusus budaya betawi dan acara-acara pernikahan, lenong betawi jayasari juga pernah beberapa kali pentas di hotel Indonesia yang berskala internasional, namun kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat membuat lenong jayasari kurang berkembang pesat. “Harapan saya semoga lenong jayasari terus berkembang, seperti cerita atau naskahnya, terus yang kekurangan di sanggar ibu itu inginnya dibantu”, ujar Prihatin. (Reza) 


0 komentar:

Posting Komentar