![]() |
Gambar
1.1 Foto bersama pemilik dan pemain sanggar
lenong jayasari (Foto: Adhitya)
|
Kampung
Betawi, Jakarta Selatan (21/9). Lenong betawi merukapan
kebudayaan yang kini sudah banyak di tinggalkan oleh masyarakat, khususnya
remaja. Namun di tengah modernisasi ini masih ada beberapa sanggar yang masih
mempertahankan budaya betawi, salah satunya adalah sanggar lenong jayasari
pimpinan ibu prihatin.
Sanggar yang di pimpin oleh Prihatin (60) sejak
1971 ini menjadi salah satu tempat untuk
belajar kesenian betawi bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya, khususnya
lenong betawi.
“Kalau pemain lenong saat ini semuanya orang betawi, tapi tidak
mesti orang betawi si, sebenarnya siapa saja boleh belajar, yang penting dia
mau berkecimpung dengan kesenian betawi”, ujar ibu prihatin. Tidak hanya di tempat-tempat pementasan khusus
budaya betawi dan acara-acara pernikahan, lenong betawi jayasari juga pernah
beberapa kali pentas di hotel Indonesia yang berskala internasional, namun
kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat membuat lenong jayasari
kurang berkembang pesat. “Harapan saya semoga lenong jayasari terus berkembang,
seperti cerita atau naskahnya, terus yang kekurangan di sanggar ibu itu
inginnya dibantu”, ujar Prihatin. (Reza)



0 komentar:
Posting Komentar