Minggu, 30 November 2014

Gambar 4.1 Suasana distro crooz

Mendirikan sebuah brand atau distro yang ingin terkenal itu tidak mudah, caranya harus lebih banyak bersosialisasi dengan orang banyak yang berada diluar dari kehidupan kita "

Crooz adalah salah satu distro atau brand dari Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara. Crooz yang berada di Tebet, Jakarta Selatan ini adalah salah satu cabang dari Crooz yang berpusat di Duren Tiga, Jakarta yang sudah berdiri sejak 11 tahun yang lalu. Store Crooz yang berada di Tebet ini di pegang oleh salaha satu penanggung jawab yang bernama Yudha. Awal mula distro Crooz ini dimulai dari seorang owner yang ingin membuat sebuah merchandise sebuah band yang ia dirikan dengan teman-temannya dengan awal modal 500 aribu rupiah, yang akhirnya ingin mencoba membuat  sebuah brand tersendiri untuk dijual dipasaran.

Pertama yang dibuat oleh brand ini adalah kaos atau baju yang dikenakan untuk band nya sendiri itu, tetapi sekarang ini bukan hanya itu saja yang telah dijual dari brand ini dan ada berbagai macam produk yaitu, gelang, ikat pinggang, kemeja, celana jeans dan masih banyak lagi. Brand ini menjual untuk dari kalangan menengah keatas, untuk harga yang dijual itu bervariasi mulai dari harga Rp. 20.000 s/d jutaan. “Untuk pendapatan saya sih kurang tau ya, tapi disini di targetkan 150juta/bulan untuk setiap outletnya, yang Alhamdulillah selalu tercapai bahkan bisa lebih.”, ujar Yudha.
“Crooz ini pun mempunyai kerjasama dengan Negara lain yaitu jepang, dan mempunyai outlet di luar negeri yang berada di Singapura, Malaysia, dan jepang.  Untuk outlet yang berada di Indonesia sendiri sudah hampir keseluruh Indonesia.”, ujar Yudha.

“Pertama si untuk promosi di sosial media, karena lebih murah dan jangkauannya juga luas, kita juga endors ke band, skateboard, lebih ke komunitas si”, ujar Yudha tentang memperkenalkan produk Crooz itu sendiri. Untuk mempasarkan brand tersebut cukup mudah dengan menawarkan di berbagai social media seperti web, instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya.
“Dampak pasti ada, pertama merugikan brand kita yang kita dirikan dari bawah. Cuma ya tingkat keberhasilan suatu brand ya kalau sudah di bajak. Dan dari segi kualitas sudah pasti beda. Tapi secara tidak langsung pembajak itu juga membantu promosi produk kita.”, ujar Yudha tentang pembajakan produk mereka. Brand ini mempunyai ciri khas tersendiri dari design hingga kualias yang dijual, sehingga konsumen pun sudah bisa pintar memilih mana yang original dan mana barang yang tiruan.(Fajar)

Berita Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar