Minggu, 30 November 2014

Gambar 7.1 Sumadiono guru Agama Islam 

“ "Sebagian mata pelajaran sudah ada bukunya tetapi khusus untuk pelajaran agama belum ada karena tidak ada penataran dari pemerintah, sekalipun ada itu di pilih hanya beberapa guru saja dari satu kecamatan.” Tutur bapak Sumadiono, Guru Agama Islam"


Kurikulum 2013 sudah dimulai, namun distribusi buku kurikulum 2013 ke sekolah-sekolah masih terlambat. Hal ini pun menimbulkan kisruh. Buku paket yang diharapkan bisa menjadi buku panduan siswa belum sampai ke sekolah. Akibatnya, proses belajar mengajar pun terganggu, apalagi kurikulum 2013 sangat membutuhkan buku pendamping siswa. Terutama buku agama sampai saat ini belum ada atau belum datang dari pemerintah. Akibatnya murid harus mendownload sendiri dari internet materi apa yang akan di pelajari di sekolah tanpa di beritahu alamat website untuk mendownload materi tersebut.

“Sebagian mata pelajaran sudah ada bukunya tetapi khusus untuk pelajaran agama belum ada karena tidak ada penataran dari pemerintah, sekalipun ada itu di pilih hanya beberapa guru saja dari satu kecamatan.” Tutur bapak Sumadiono, Guru Agama Islam SD 07 TEBET.
Pengarahan pertama guru agama, baru di adakan seminggu yang lalu untuk masalah kurikulum yang harus di pakai dan beberapa arbitrasi termasuk di dalamnya ada program tahunan dan program semester yang sudah ada. Banyak guru agama yang nyimpulkan materi yang akan di ajarkan pada muridnya walau tanpa buku panduan dari pemerintah. “Banyak murid yang merasa tidak mengerti materinya karena tidak ada buku paket jadi tidak bisa belajar di rumah.” Tambah bapak Sumadiono.

Pada kurikulum 2006 murid udah di tuntut untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar tetapi kurikulum tersebut belum sepenuhnya di laksanakan hingga kurikulum 2013 baru dapat di laksanakan karena murid lebih di tuntut untuk lebih aktif dan mencari materi pelajaran sendiri tetapi masih harus di dampingi oleh guru mereka. (Nilam)

Berita Terkait :
Siswa Tidak Mengeluh Dengan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 Membuat Orang Tua Murid Menjadi Resah

Gambar 7.2 Anwar dan Maulida , siswa SD 07 Tebet 
 
Tetapi siswa menjadi lebih senang buku paket pelajaran sekarang lebih sedikit mereka pun membawa buku hanya sedikit tidak seperti kurikulum sebelumnya setiap hari tas mereka harus penuh dengan buku pelajaran belum lagi di tambah dengan  buku-buku tulis lainnya."

Sistem mempelajaran kurikulum 2013  merubah semua gaya belajar murid-murid di sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA mulai dari jam pulang sekolah, buku pelajaran yang harus di bawa setiap harinya dan Ekstra Kurikuler (Ekskul) yang harus mereka ikuti. Jam pelajaran sekolah harus di tambah dari biasanya dan siswa pun harus pulang lebih siang bahkan sore. Ini menyebabkan siswa menjadi tidak semangat sepulang sekolah mereka harus mengikuti kegiatan lain yang sudah di suruh oleh orangtua mereka.

Tetapi siswa menjadi lebih senang buku paket pelajaran sekarang lebih sedikit mereka pun membawa buku hanya sedikit tidak seperti kurikulum sebelumnya setiap hari tas mereka harus penuh dengan buku pelajaran belum lagi di tambah dengan  buku-buku tulis lainnya “Kurikulum sekarang tugasnya lebih sedikit dari pada kurikulum tahun kemarin banyak tugas dan pelajarannya lebih susah.” Ungkap Maulida, siswi kelas 5 SD 07 PG Tebet. Proses belajar mengajar untuk kurikulum sekarang menjadi lebih asik dan mudah di mengerti untuk para siswa SD .Walaupun sebagian materi harus mereka yang mencarinya sendiri tanpa petunjuk dari guru mereka.

Pelajaran matematika lebih di sukai siswa SD di banding mata pelajaran lain. Materinya lebih mudah di mengerti oleh siswa di banding materi mata pelajaran lain. Tugas yang di berikan oleh guru kepada siswa lebih sedikit walaupun lebih banyak soal-soal latihan yang di berikan sehingga siswa dapat lebih aktif lagi di sekolah dalam proses belajar mengajar. Bagi siswa SD kurikulum 2013 ini cukup menyenangkan dan tidak ada masalah walaupun mereka harus pulang lebih lama dari biasanya. Namun semua materi yang di dapat pun cukup bisa di pahami oleh siswa. (Nilam)

Gambar 7.3 Mukti, orangtua siswa SD 07 Tebet 

“ "Jam untuk anak saya mengaji yang tadinya jam 2 siang sehabis pulang sekolah kini pindah menjadi malam karena jam pulang sekolah yang lebih lama.” Ungkap ibu Mukit, orang tua murid kelas 2 SD."

Penerapan kurikulum 2013 membuat para orang tua murid menjadi resah dan khawatir dengan keadaan anak-anak mereka yang tidak jelas materi pelajarannya di tambah lagi dengan buku paket yang belum ada. Buku pelajaran yang harusnya satu pelajaran satu buku paket kini menjadi satu buku banyak pelajaran di dalamnya. Kini pemerintah tidak menyediakan lagi buku paket tetapi sekarang buku LKS. Orangtua murid yang ingin mengajari dan membantu anaknya mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) menjadi binggung karena keterbatasannya materi dan buku.

Banyak orang tua murid yang tidak setuju dengan ada penerapan kurikulum yang sekarang ini. Tugas sekolah anak-anak mereka mejadi banyak dan tidak sedikit siswa yang mengeluh kepada orang tuanya karena kelelahan dengan banyaknya aktifitas mereka.
Jam pulang sekolah pun menjadi lebih lama. Banyaknya materi yang di terima oleh siswa mengakibatkan jam istirahat dan jam untuk siswa bermain dengan teman-teman rumah mereka berkurang. “Jam untuk anak saya mengaji yang tadinya jam 2 siang sehabis pulang sekolah kini pindah menjadi malam karena jam pulang sekolah yang lebih lama.” Ungkap ibu Mukit, orang tua murid kelas 2 SD.

Dengan banyaknya tugas-tugas sekolah dan waktu pulang sekolah yang tidak atau kurang efisien membuat para orang tua murid menjadi kesal sendiri, seharusnya yang di terapkan kurikulum seperti ini anak SMP dan SMA saja kalau masih SD materi yang di ajarkan lebih ringan agar siswa tidak mengurangi jam istirahat dan jam main mereka.
Para orang tua murid banyak yang mengharapkan pemerintah tidak menerapkan lagi sistem belajar mengajar seperti ini karena membuat siswa menjadi binggung apa yang mereka harus pelajari. Dan orang tua murid berharap kurikulum yang di ajarkan kepada anak-anak mereka kembali seperti dulu lagi supaya siswa lebih bisa memahami pelajaran yang mereka pelajari. (Nilam)

Gambar 9.1 Sevel salah satu tempat favorit anak muda
"Tebet adalah salah satu tempat favorit para remaja Jakarta "


(Jakarta, 17/11) Tebet adalah pusat kemaramain di Jakarta selatan. karna, di tebet banyak sekali beragam macam distro dan café . Tak sedikit remaja juga orang dewasa datang ke tebet biasanya ingin berburu Baju-baju distro dan  hanya sekedar untuk nongkrong bersama teman-teman sabayanya atau berwisata kuliner.

Tebet adalah salah satu tempat paling favorit para remaja jakarta karena banyak distro-distro ternama di Indonesia di antaranya ada Crooz dan Bloods dan masih banyak distro-distro ternama lainnya. Tak hanya ada distro di Tebetpun banyak sekali café-café yang unik dan murah meriah salah satunya Kebab Turki Baba Rafi.
Kebeb Turki Baba Rafi sangat di gemari oleh para remaja. Karena, tempatnya yang nyaman dan strategis makanannyapun enak

dan murah meriah. Di kebab Turki Baba Rafi banyak menyediakan aneka makanan salah satu menu utamanya kebab yang paling sering di pesan oleh pelanggannya .
Salah satu operator dari Kabab Turki Baba Rafi mengaku sering sekali pelanggannya yang memesan menu makanan Kebab Turki karena enak simple dan murah. Tak jarang di warung kebabya banyak sekakali anak muda yang nongkrong hingga berjam-jam di warungnya
Salah satu konsumen warung kebabnya adalah Rahman Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Indonesia ini sering sekali nongkrong bersama teman-temannya di warung kebab Turki Baba Rafi bahkan Rahman mengaku dia memiliki jadwal rutin bersama kawan-kawannya  untuk nongkrong di salah satu café di Tebet untuk refreshing akan tugas-tugas kuliahnya. (Derry)

BeritaTerkait :

Gambar 9.2 Wissata kuliner menjadi agenda wajib untuk anak muda

" tak jarang orang dewasa pun banyak sekali yang berkunjung ke Tebet untuk berbelanja ataupun hanya sekedar untuk ngopi-ngopi di salah satu cafe di sana"

(Jakarta, 17/11) Tebet merupakan salah satu pusat keramaian di Jakarta Selatan. banyak sekali remaja yang menghabiskan malam di tebet. Tapi, tidak hanya kaum remaja saja yang meramaikan, tak jarang orang dewasapun banyak sekali yang berkunjung ke tebet untuk berbelanja ataupun hanya sekedar untuk ngopi-ngopi di salah satu cafe di sana.

Di tebet bukan hanya tempat untuk nongkrong saja melainkan bisa wisata kuliner dan shoping bersama teman-teman atau keluarga sekalipun karna di tebet banyak sekali jajanan-jajanan murah meriah  dan distro-distro yg berkelas internasional. Mas amat salah satu Operator Kebab Turki Baba rafi mengaku konsumennya bukan hanya kaum remaja tapi ada juga orang dewasa sekalipun yang hanya sekedar nongkrong menghabisi waktu akhir pekannya bersama teman-temannya


Tidak hanya kebab turki saja yang sering di datangi okel kaum remaja distro Crooz pun sama demikian. Brand-brang berkelas internasional ini sangat banyak di gemari oleh banyak remaja Jakarta karna desainnya yang sangat menarik dan bahannyapun nyaman untuk di pakai sehingga dapat menghipnotis banyak remaja yang memakai brand tersebut. (Derry)

Gambar 9.3 Nongkrong menjadi rutinitas anak muda

“ Tebet adalah tempatnya anak muda Jakarta”

(Jakarta, 17/11) Tebet terletak di Jakarta Selatan. Memiliki luas wilayah 9.52 Km². Tebet sering di gunakan oleh sebagian anak muda untuk nongkrong atau kumpul bareng bersama teman-teman sebayanya biasanya kaum anak mudalah yang memenuhi Tebet hanya untuk shoping, wisata kuliner atau hanya sekedar nongkrong bersama teman-teman.

Rahman warga Bekasi Pondok Gede yang saat ini kuliah di Universitas Indonesia selalu nongkrong bersama teman-teman kampusnya di Tebet. Sabtu atau Minggu adalah jadwal rutinnya untuk berkumpul bersama teman-teman  hanya untuk sekedar kumpul bareng melepas lelah kuliah atau hanya sekedar iseng.

Pantas saja Tebet sering di kunjungi banyak anak muda karna tempatnya sangat strategis di ibu kota Jakarta dan di suguhkan banyak distro-distro ternama di Indonesia diantaranya Crooz dan Bloods. Tidak hanya distro yang ada di Tebet, café-café-pun banyak sekali di Tebet jadi tidak heran banyak anak muda yang datang ke tebet. (Derry)

Gambar 4.1 Suasana distro crooz

Mendirikan sebuah brand atau distro yang ingin terkenal itu tidak mudah, caranya harus lebih banyak bersosialisasi dengan orang banyak yang berada diluar dari kehidupan kita "

Crooz adalah salah satu distro atau brand dari Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara. Crooz yang berada di Tebet, Jakarta Selatan ini adalah salah satu cabang dari Crooz yang berpusat di Duren Tiga, Jakarta yang sudah berdiri sejak 11 tahun yang lalu. Store Crooz yang berada di Tebet ini di pegang oleh salaha satu penanggung jawab yang bernama Yudha. Awal mula distro Crooz ini dimulai dari seorang owner yang ingin membuat sebuah merchandise sebuah band yang ia dirikan dengan teman-temannya dengan awal modal 500 aribu rupiah, yang akhirnya ingin mencoba membuat  sebuah brand tersendiri untuk dijual dipasaran.

Pertama yang dibuat oleh brand ini adalah kaos atau baju yang dikenakan untuk band nya sendiri itu, tetapi sekarang ini bukan hanya itu saja yang telah dijual dari brand ini dan ada berbagai macam produk yaitu, gelang, ikat pinggang, kemeja, celana jeans dan masih banyak lagi. Brand ini menjual untuk dari kalangan menengah keatas, untuk harga yang dijual itu bervariasi mulai dari harga Rp. 20.000 s/d jutaan. “Untuk pendapatan saya sih kurang tau ya, tapi disini di targetkan 150juta/bulan untuk setiap outletnya, yang Alhamdulillah selalu tercapai bahkan bisa lebih.”, ujar Yudha.
“Crooz ini pun mempunyai kerjasama dengan Negara lain yaitu jepang, dan mempunyai outlet di luar negeri yang berada di Singapura, Malaysia, dan jepang.  Untuk outlet yang berada di Indonesia sendiri sudah hampir keseluruh Indonesia.”, ujar Yudha.

“Pertama si untuk promosi di sosial media, karena lebih murah dan jangkauannya juga luas, kita juga endors ke band, skateboard, lebih ke komunitas si”, ujar Yudha tentang memperkenalkan produk Crooz itu sendiri. Untuk mempasarkan brand tersebut cukup mudah dengan menawarkan di berbagai social media seperti web, instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya.
“Dampak pasti ada, pertama merugikan brand kita yang kita dirikan dari bawah. Cuma ya tingkat keberhasilan suatu brand ya kalau sudah di bajak. Dan dari segi kualitas sudah pasti beda. Tapi secara tidak langsung pembajak itu juga membantu promosi produk kita.”, ujar Yudha tentang pembajakan produk mereka. Brand ini mempunyai ciri khas tersendiri dari design hingga kualias yang dijual, sehingga konsumen pun sudah bisa pintar memilih mana yang original dan mana barang yang tiruan.(Fajar)

Berita Terkait :

Pedagang Kaki Lima

Gambar 4.2 Suasana pedagang kaki lima

Barang yang dijual dipinggir jalan pun tidak kalah bagus nya dengan barang yang dijual dipertokoan "


Aldi adalah salah satu pedagang kaki lima yang berada dikawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ia berdagang sejak tahun 2010. Untuk berjualan di pinggiran seperti ini cukup mudah dan effesien untuk menarik para pelanggan karena mudah dilihat langsung oleh para konsumen yang melewati kawaasan yang didirikan Aldi ini. Bukan hanya mudah diakses oleh para konsumen saja, Aldi ini menjual barang nya dengan harga yang terjangkau atau lebih murah dari barang yang dijual oleh distro-distro dikawasan Tebet, Jakarta Selatan ini sehingga konsumen kelas menengah kebawah dapat membelinya dengan tidak kalah oleh barang yang dijual oleh distro-distro dikawasan tersebut.

Awal modal yang Aldi (owner PKL) keluarkan adalah 15juta, dan untuk pendapatan pun bisa mencapai 1juta-1,5juta perharinya bahkan bisa lebih disaat weekend karena konsumen lebih banyak yang datang saat weekend. Untuk biaya sewa tempat dipinggir jalan seperti ini dikenakan biaya 600ribu/bulan, “alhamdulillah sampai saat ini sudah balik modal”, ujar Aldi (owner PKL).
“Ya beda, terutama dari bahannya itu beda dengan yang dijual di pertokoan distro disini”, ujar Aldi (owner PKL) tentang perbedaan kualitas produk yang dijual.

Ternyata untuk penjualan seperti ini juga banyak peminatnya, terutama memang dari kalangan menengah kebawah yang ingin mempunyai style yang tidak kalah menarik dari mereka yang membeli produk yang ada di distro-distro yang berada dikawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Fajar)

Berita Terkait :
Dilarang berjualan !! "PKL tetap tak perduli"

Gambar 4.3 Suasana pembeli 

Anak muda sekarang memang sudah pintar memilih barang/produk yang berkualitas bagus dan tidak "


Ilham dan Aldi adalah seorang pelajar dan salah satu konsumen yang berbelanja didaerah kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Mereka memang salah satu warga daerah tebet yang kebetulan dapat kami wawancarai untuk mendapatkan sedikit info yang kami ingin tanyakan kepada mereka.

Dari pertanyaan pertama yang kami berikan kepada merekan adalah kenapa membeli salah satu brand yang ada ditoko tersebut, mereka pun menjawab santai, “senang aja, modelnya bagus dan menarik”. Dari beberapa pertanyaan yang kami lontarkan mereka pun menjawab, memang dari beberapa produk disana tidak jauh berbeda dari outlet-outlet yang berdekatan didaerah Tebet, Jakarta Selatan itu. Cuma saja yang berbeda hanyalah corak atau motif design yang berbeda yang ditawarkan oleh outlet atau distro disana.

Untuk kualitas saat ini anak muda memang sudah pintar memilah milih yang mana yang bagus atau tidaknya seperti yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berada didaerah Tebet itu.
 Dan saat ini ternyata mereka sebelum membeli produk tersebut mereka sudah melihat-lihat produk tersebut di sebuah media social, dan hingga menurut mereka produk tersebut bagus akhirnya lebih memilih produk tersebut untuk dibelinya. Dan memang cara penjualan dengan media social sekarang ini sangat ampuh untuk menarik pelanggan untuk membeli produk kita terlebih untuk kalangan anak muda sekarang yang tidak mau repot untuk keluar rumah melihat  langsung ke outlet terdekat.(Fajar)


Rabu, 26 November 2014

Gambar 8.2 Event indocomtech
Tanggaan positive dari  masyarakat teradap android

Jakarta (1/11) Android, siapa yang tidak tahu android? Yaitu yang merajai gadget saat ini. Pertama di luncurkan android mendapat sambutan antusiasme dari masyarakat. Awalnya yang merajai gadget adalah Blackbarry. Namun setelah Samsung meluncurkan android, Blackbarry langsung menurun drastis. Konsumen lebih tertarik dengan android dengan kecanggihannya dan berbagai aplikasi yang lebih canggih dari Blackbarry. Kini para konsumen gadget enggan beralih lagi ke blackberry karena sudah merasa nyaman menggunakan android. Pada event indocomtech di jakarta beberapa pekan lalu terlihat antrian konsumen yang sedang menyempatkan waktu liburnya untuk membeli gadget-gadget keluaran terbaru.
Ilham (18 thn), Mahasiswa poli tekhnik di salah satu  perguruan tinggi di jakarta. Menurutnya  ia lebih menyukai android di bandingkan Blackberry,  karena aplikasinya lebih lengkap ia mengakui bahwa sebelumnya pun memakai Blackbarry,  namun setelah android di luncurkan ia langsung beralih ke android. Dan juga Perbandingan android dengan blackberry jelas jauh berbeda karena didalamnya android memiliki kapasitas yang cukup besar dan aplikasi lebih banyak di bandingkan dengan blackberry, ia pun lebih senang menggunakan gadgetnya tidak hanya sebagai sarana komunikasi saja namun ia sangat menyukai game dan bisa memainkannya kapan saja dan dimana saja,  juga ia pergunakan untuk update pada sosil media.
Pada setiap perkembangan zaman pasti kecanggihan tekhnologi berkembang pesat di prediksi di masa yang akan datang tekhnologi akan lebih canggih lagi. (tian)

Berita Terkait :

Gambar 8.3  Jelly bean dan Kit-Kat
“Setelah Jelly bean hadir android kit-kat, dengan aplikasi yang lebih lengkap dan menarik" 

JAKARTA-(1/11) Saat ini handphone tidak hanya sebagai sarana komunikasi melalui SMS dan melalui telephone saja, seiring perkembangan zaman, tekhnologi semakin canggih. Kini  berbagai merek handphone berlomba-lomba mengeluarkan seri-seri terbaru dengan aplikasi yang menarik dan tentunya lebih canggih, seperti halnya setelah di luncurkan android jelly been kini hadir android kitkat. Tentunya mendapat tanggapan yang positif bagi pencinta gadget, android kitkat dengan tampilan yang baru dengan baterai berwarna hitam, putih berbeda dengan  yang sebelumnya berwarna hijau, tampilan pada android. Kitkat yang lebih canggih di banding jelly been.

Gambar 8.1 Pengguna Path
"Media sosial menjadi trand di kalangan anak muda”

Jakarta(22/10)- Kecanggihan tekhnologi semakin berkembang pesat. Kini media sosial yang sedang di gandrungi di kalangan anak muda awalnya yang paling popular adalah media sosial facebook dan twiiter, Namun seiring perkembangan tekhnologi media sosial dan munculnya aplikasi-aplikasi jejaring sosial baru untuk menarik perhatian para pengguna media sosial yang menawarka fitur yang lebih menarik dan lebih mudah menggunakannya. Saat  ini media sosial Path yang sedang marak digunakan di kalangan anak muda. Path merupakan salah satu jejaring sosial yang menawarkan fitur-fitur menarik bagi penggunanya, Awalnya Path hanya bisa di akses melalui smartphone dan iphone. Namun seiring perkembangannya, kini  media sosial  Path dapat di  akses melalui gadget apapun termasuk Blackberry yang mayoritas penduduk Indonesia menggunakan Blackberry. 

Minggu, 23 November 2014

Gambar 3.3 Hadiah spesial untuk Ragunan
 di ulang tahun ke 150 tahun (Foto:Adhitya)
"Jakarta (20/9) Taman Margasatwa Ragunan (TMR) adalah salah satu kebun binatang di Jakarta, awalnya Ragunan berasal dari kebun binatang yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat milik Raden Saleh. Lalu, kebun binatang itu kemudian dipindahkan oleh Gubernur Ali Sadikin ke kawasan Ragunan pada 1964. “ungkap Bambang selaku Humas TMR."


Tepat hari Sabtu, 20 September 2014, Taman Marga Satwa Ragunan merayakan hari spesial. Bambang selaku humas menuturkan “Sebenarnya ragunan berulang tahun kemarin tanggal 19 September 2014, karena hari Jumat, pengunjung agak sepi maka kita undur sehari menjadi hari Sabtu di mana pengunjung mulai rame dan kita juga mau berbaur dengan pengunjung sehingga acara ini bisa lebih meriah lagi dan semua berjalan dengan lancar sesuai skenario yang telah kita buat. Untuk tamu undangan yang pertama, kita mengundang Bapak Gubernur tetapi karena beliau berhalangan hadir kemudian konsultasi dengan wakil Gubernur dan ternyata beliau juga berhalangan akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta M Saefullah yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Meski ada perayaan HUT ke-150, Taman Margasatwa Ragunan tetap beroperasi secara normal.” Jelasnya.

Gambar 3.2 Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan 
(Foto: Adhitya)
" Taman Margasatwa Ragunan adalah salah satu tempat wisata di Jakarta Selatan yang ramai pengunjung disetiap weekend, tiket masuk yang murah dan akses jalan yang sangat mudah untuk dijumpai para pengunjung, tepat diusia 150 tahun ragunan masih ramai pengunjung dan ketika sedang mengadakan acara HUT ragunan pun masih tetap buka sehingga pengunjung juga bisa ikut merayakan ulang tahun ragunan"

Purwati pengunjung dari yayasan Wadatitian Harapan yang juga mengikuti acara HUT ulang tahun ragunan yang ke-150 tahun di Ragunan mengatakan, “ Kami datang kesini bersama organisasi dan juga keluarga sekaligus menghadiri undangan ulang tahun Ragunan ini. Kebetulan saya juga sudah sering datang kesini bareng bersama keluarga dan yang juga punya anak-anak paud. Menurut saya yang berkesan dari Ragunan ini adalah penghijauannya, 

Gambar 3.1 Seorang PKL liar (Foto: Adhitya)


 " Meski sudah ditetapkan oleh panitia untuk tidak berjualan ketika HUT 150 tahun Ragunan, namum pedagang kaki lima tetap tidak mempedulikan aturan tersebut, mereka tetap berjualan."

Pak didik (65), seorang pedagang kaki lima asli Betawi yang biasa berjualan di Taman margasatwa agunan. Pak didik adalah pedagang yang tidak resmi yang berusaha mencari uang dengan dagangan yang sederhana yaitu es chiko. Biasanya mulai berjualan mulai dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore.

Alasan  Pak Didik  berjualan di Ragunan karena jarak tempuh dari rumah yang sangat dekat dan tekat untuk memenuhi nafkah kehidupan sehari-hari Sebenarnya tidak boleh berjualan di Ragunan tapi Engkong maksa aja kalo ada satpam ya pindah biar nggak ketangkap beda sama yang resmi, pada saat ulang tahun kebun binatang seperti ini tidak ada yang boleh berjualan tapi besok mah boleh, Engkong maksa aja gitu sebenernya sih kalo jualan pas lagi iseng aja nggak rutin.” ujarnya.

Gambar 2.3 Pemilik kedai bakso moncrot saat wawancara 
(foto:Fajar)
" “Yang lebih bagus prospeknya ya di Tebet” jawab Pak Jojo saat ditanya mengapa memilih daerah Tebet untuk dijadikan tempat usahanya."

Jakarta Selatan merupakan bagian dari  ibu kota yang kaya akan segudang kekreatifan dan nilai kemoderenisasian.  Di samping itu, Jakarta Selatan juga dapat disorot dari segi aneka rupa kuliner. Sudah banyak wirausahawan yang membuka bisnis kulinernya di daerah ini.  Adalah Jojo pelaku usaha yang memulai bisnis kuliner pertamanya berjualan ayam bakar. Tidak puas dengan itu ia pun kembali membuka usaha kulinernya dan kali ini bakso menjadi peluang bisnis yang ia manfaatkan. 

Gambar 2.2 Bakso Moncrot, Jl Tebet Raya (foto : Fajar)
" Berbagai macam bakso kini mudah dijumpai di mana-mana, dari sekedar penjual kaki lima hingga kedai di kawasan modern" 

Tebet, Jakarta Selatan (18/9) Bakso? Siapa yang tak mengenal panganan yang satu ini. Bakso adalah salah satu kuliner yang sudah tak asing bagi lidah orang Indonesia pasalnya bakso juga mudah dijumpai di berbagai belahan nusantara bahkan saat ini bakso sudah diolah menjadi makanan yang unik dengan bentuk yang berbeda-beda. Aneka bakso pun sudah banyak diperjualkan kepada konsumen. Salah satunya adalah bakso moncrot kuliner yang mampu menarik perhatian masyarakat Tebet, Jakarta Selatan.

Teman Baru Bagi Pecinta Bakso

Gambar 2.1 Pelanggan setia Bakso Moncrot. (foto : Fadzri)
" Bagi para penikmat baskso rasa dan ciri khas bakso adalah nomer satu. "

Tebet, Jakarta Selatan (18/9)Bagi para pencinta kuliner, makanan baru adalah hal yang wajib untuk dicicipi. Selain dapat menilai dari segi rasa, pecinta kuliner juga dapat mengetahui seberapa besar kualitas pelayananan dari si pemilik usaha tersebut. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Vika siswi SMAN 3 Jakarta yang bertandang ke kedai bakso moncrot seusai pulang sekolah. Ia mengakatan bahwa rasanya enak, dan menyukai semua bakso yang ada di daftar menu.

Gambar 1.3 Pemain ketika beraksi diatas panggung
 (Foto: Adhitya)
" Lenong yang dulu hanya pentas di kampung-kampung yang mayoritas kalangan menengah ke bawah, kini sudah berevolusi ke tempat-tempat mewah berskala internasional yang mayoritas di kunjungi masyarakat kalangan menengah ke atas. "

Kampung Betawi, Jakarta Selatan (21/9) Di tengah padatnya ibukota, lenong menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke kota metropolitan ini. Selain menghibur, skenario lenong juga mengandung nilai moral. Lenong yang dulu hanya pentas di kampung-kampung yang mayoritas kalangan menengah ke bawah, kini sudah berevolusi ke tempat-tempat mewah berskala internasional yang mayoritas di kunjungi masyarakat kalangan menengah ke atas.

Lenong betawi menggunakan bahasa melayu (Indonesia) dengan logat betawi yang khas dalam pementasannya. Dengan menggunakan logat betawi, sehingga penonton yang mayoritas masyarakat betawi juga semakin mudah untuk mengerti apa yang di ucapkan pemain.

Selain itu, Karena cerita yang di bawakan masalah sehari-hari, kostum yang di gunakan juga pakaian sehati-hari, sehingga keakraban antara penonton dan pemain semakin terasa.
Kedekatan tersebutlah yang menarik masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan lenong betawi ini. Bahkan ada masyarakat yang awalnya datang ke suatu tempat hanya untuk rekreasi atau sekedar lewat saja, namun setelah melihat ada pertunjukan lenong masyarakat tersebut berhenti dan menyaksikan pertunjukan lenong tersebut “awalnya si saya sama tetangga-tetangga saya dateng ke sini mau rekreasi, naik bebek-bebekan, eh malah jadi nonton lenong” ujar Yuli (48), penonton lenong betawi dari depok. (Reza)

Di Balik Panggung Lenong Betawi

Gambar 1.2 Ketika pentas lenong berlangsung 
(Foto: Adhitya)
" Mendirikan sanggar lenong yang baru bukan semata-mata ingin memiliki sanggar sendiri, namun karena kepeduliaan untuk melestarikan budaya Betawi, khususnya lenong."

Kampung Betawi, Jakarta Selatan (21/9) Pertunjukan lenong sangat kental dengan budaya Betawi karena di bawakan dengan dialek Betawi dan diiringi musik gambang kromong. Musik gambang kromong yang ceria, dialog kocak dan blak-blakan, ditambah sedikit tarian atau gerakan silat yang lincah menjadi ciri khas lenong, karena pada umumnya pemain lenong Betawi mahir bermain silat.

Para pemain saling bertukar dialog dalam dialeg betawi sambil sesekali melontarkan celetukan-celetukan kocak yang diiringi bunyi singkat dari satu atau dua alat musik gambang kromong. Ada dua sebutan untuk pemain lenong yaitu Panjak artinya pemain laki-laki dan ronggeng artinya pemain perempuan. Setelah berkecimpung menjadi pemain lenong, kebanyakan pemain akan membuat sanggar lenong baru ataupun  

Gambar 1.1 Foto bersama pemilik dan pemain sanggar
 lenong jayasari (Foto: Adhitya)
" Di tengah modernisasi, sanggar lenong jayasari yang di pimpin Prihatin (60) masih bertahan melestarikan kebudayaan betawi." 



Kampung Betawi, Jakarta Selatan (21/9). Lenong betawi merukapan kebudayaan yang kini sudah banyak di tinggalkan oleh masyarakat, khususnya remaja. Namun di tengah modernisasi ini masih ada beberapa sanggar yang masih mempertahankan budaya betawi, salah satunya adalah sanggar lenong jayasari pimpinan ibu prihatin.
Sanggar yang di pimpin oleh Prihatin (60) sejak 1971  ini menjadi salah satu tempat untuk belajar kesenian betawi bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya, khususnya lenong betawi. 

“Kalau pemain lenong saat ini semuanya orang betawi, tapi tidak mesti orang betawi si, sebenarnya siapa saja boleh belajar, yang penting dia mau berkecimpung dengan kesenian betawi”, ujar ibu prihatin. Tidak hanya di tempat-tempat pementasan khusus budaya betawi dan acara-acara pernikahan, lenong betawi jayasari juga pernah beberapa kali pentas di hotel Indonesia yang berskala internasional, namun kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat membuat lenong jayasari kurang berkembang pesat. “Harapan saya semoga lenong jayasari terus berkembang, seperti cerita atau naskahnya, terus yang kekurangan di sanggar ibu itu inginnya dibantu”, ujar Prihatin. (Reza)